Wednesday, April 20, 2011

Mengintip Bisnis Pecel Lele Lela Yang Kian Menggurita

Beragam kreasi olahan pangan berbahan baku lele dipastikan akan membuat ikan berkumis ini (catfish) menjadi komoditas usaha yang menjanjikan. Segala kreativitas dan keberanian mencoba sesuatu yang berbeda terus digali. Upaya mempercantik tampilan lele, membuang kesan lele yang seram, hitam, berkumis dan sedikit mirip ular, menjadi tantangan tersendiri. Tujuannya, memberi daya tarik bagi konsumen.
Antara lain dilakukan Rangga Umara, di seputar Jakarta dan sekitarmya. Pria 31 tahun ini mengembangkan bisnis kuliner modern “Pecel Lele Lela”. Kedai makan yang menyajikan berbagai menu hidangan menarik berbahan dasar lele. Berbekal kreativitas memadupadankan santapan lele dengan gaya hidup, usaha yang dirintis sejak 2006 silam itu kini sudah berkembang lebih dari 20 cabang di Jabodetabek. Dan setiap bulannya bisa meraup omset Rp 1,2 miliar, dengan keuntungan 25 – 30 %.

“Usaha lele ini justru menjadi tantangan tersendiri. Lihat saja, selama ini perkembangan bisnis pecel lele cuma gitu-gitu saja dan kebanyakan masih kelas kaki lima,” ungkap Rangga kepada TROBOS awal Mei lalu.

Menurut pengamatan Rangga, lele bisa didongkrak gengsinya. Umumnya, konsumen yang tidak menyukai lele dikarenakan tampilannya yang hitam seperti ular sehingga menyeramkan. ”Saya yakin, produk olahan lele akan memiliki nilai tambah jika memiliki tampilan yang enak dilihat dan tidak menyeramkan. Saya mendorong konsumen untuk coba dulu makan lelenya, sehingga strategi awalnya adalah konsumen diberi tester agar kemudian mau beli,” jelasnya.

Kini, di kedai “Pecel Lele Lela” dapat ditemui berbagai menu olahan berbahan dasar lele, seperti lele goreng tepung, lele saos padang, lele original dan lele fillet sebagai unggulan, dan lele tomyam serta lele teriyaki sebagai menu tambahan. Bahkan, Rangga mengaku, pihaknya tengah mempersiapkan produk olahan baru berupa steak lele dan burger lele. “Sudah terbukti, yang sebelumnya tidak doyan makan lele, sekarang sudah mulai menyukainya,” ujarnya dengan senyum mengembang.

Setiap harinya, untuk memenuhi kebutuhan seluruh cabang yang ada, setidaknya sekitar 5 kuintal lele segar ukuran 6 ekor per kg harus disiapkan Rangga. Selama ini ia bekerjasama dengan “Biotrop”, Bogor dan beberapa pembudidaya di daerah Parung, Bogor sebagai pemasok.(Sumber : bbrp2b.kkp.go.id)

No comments:

Post a Comment