Wednesday, March 23, 2011

Pemberian Pakan Lele Organik Dari Kotoran Sapi

Apakah Anda sudah melihat sebuah peluang besar dari budidaya lele? Satu pasar tradisional diwilayah kami saja menyerap 250 kg perhari. Ini belum termasuk permintaan dari para bandar dan pembeli eceran yang langsung datang ke lokasi kolam.

Sudah banyak yang mencoba budidaya lele,namun kenyataannya tidak sedikit yang gulung tikar karena makanannya yang mahal tak sebanding dengan harga jualnya.

Anda akan tahu sekarang, ternyata ada cara lain untuk budidaya ikan lele yang lebih hemat biaya, yaitu dengan menggunakan “ kotoran Sapi “ sebagai pakan.

Cara ini, sebagaimana sampaikan peluangusaha-oke.com, ternyata sangat baik untuk pertumbuhan ikan lele dan rasanya pun lebih gurih daripada ikan lele yang diberi pakan sentrat.

Cara ini sangat populer di daerah Banyuwangi Jawa Timur. Dengan memberi pakan ikan lele secara Organik maka seakan lele hidup di alam bebas, dimana hidupnya dari makan bahan2 organik.



Tentu ini sangat baik jika anda barengi dengan ternak Sapi. Sebab anda bisa menggunakan kotorannya sebagai pakan ikan lele anda. Namun anda juga bias mencarinya di sekitar anda.

Hasil panen dari Budidaya ikan lele Organik dengan ikan lele non organik sangatlah berbeda. Ikan lele organic hasilnya bisa lebih panjang 20 – 35 cm. Warnanya juga berbeda, ikan lele organic biasanya warnanya agak kemerah-merahan terutama di bagian sirip dan insang. Sedangkan ikan lele non organic warnanya agak kehitam-hitaman.

Keuletan dan kesabaran sangat di butuhkan dalam budidaya ikan lele organic. Sebab akan melalui beberapa proses.

Pertama, adalah penebaran benih lele pada kolam berisi air dan kotoran sapi yang telah dikomposing selama satu bulan. Kotoran sapi tersebut ditempatkan dalam tiga karung goni tertutup. Bila benih berusia dua minggu, kemudian dilakukan seleksi untuk benih yang berukuran 4-5 milimeter.

Benih tersebut dipisahkan di kolam berikutnya selama dua minggu hingga benih berdiameter 10 milimeter. Dua minggu berikutnya, lele diseleksi untuk yang berukuran 20 milimeter. Sejak benih lele berdiameter 10 milimeter itu, kolam yang berisi air dicampur langsung dengan pupuk organik dari kotoran sapi hingga setinggi 20 centimeter.

Dari cara ini, kotoran sapi akan menghasilkan banyak plankton yang menjadi makanan utama lele. Lele organik, baru siap dipanen saat usianya delapan minggu. Keuntungan lainnya, air di dalam kolam lele tidak menghasilkan bau busuk seperti halnya lele non organik. Sehingga ia tak perlu repot mengganti air dalam kolam. “Menghemat biaya dan tenaga “.



Ikan Lele masih menjadi makanan favorit di masyarakat. Namun kebanyakan yang beredar, mengandung residu akibat pemakaian bahan kimia yang tinggi. “Berbeda, kalau organik sudah bebas zat kimia”. Sementara ditilik dari segi gizi, Ikan lele organik tingkat kolestorelnya lebih rendah karena mengandung asam lemak tak jenuh.

3 comments:

  1. Saya memfokuskan usaha pada
    pembenihan bibit lele sangkuriang.
    Bagi yang membutuhkan bibit lele
    sangkuriang. Untuk wilayah Solo dan
    sekitarnya saya antar gratis. Bibit
    berkualitas karena dari indukan
    bersertifikat dari BBAT. Kami siap
    membantu Anda sukses dalam
    berternak lele. Konsultasi gratis.
    Saya tidak menjual bibit saja. Bibit
    yg saya kirim. Bila sudah panen akan
    saya beli bila Anda kesulitan
    menjual. Hub 085642057643
    alamat Ngablak Rt/Rw 03/06,
    Karangmojo, Tasikmadu,
    Karanganyar, Solo

    ReplyDelete
  2. Salam …..
    Kami menjual mesin “Automated Feeder Fish (AFF) tipe SCW 38”
    - Untuk kolam Minimal 8 kolam
    - Dapat menakar pakan yang di sesuaikan laju perkembangan berat ikan
    - Memberikan pakan secara otomatis sesuai dengan keinginan dan waktu pemberian pakan.
    - Mudah di operasikan dengan 1 orang.
    - Garansi jasa perbaikan 6 bulan operasional (tidak terjadi kesalahan operasional / kerusakan fisik)
    - Pemberian pakan secara merata & terukur.
    - Dapat pembelian dapat di angsur sesuai kesepakatan
    Jika berminat bisa hub : Heru Sapto Purwoko (081914171713 / 08129997214)

    ReplyDelete
  3. agar menambah kandungan protein pada fermentasi lebih baiknya lagi bila di tambahkan Azolla,karena azolla kaya protein dan vitamin,sangat cocok untuk pertumbuhan ikan,bisa juga di berikan langsung sebagai pakan,kondisi keringnya azolla mengandung 24-30% protein.dan kita bs menanamnya sendiri di samping kolam,mudah di budi dayakan,sangat cepet brkembang biak,selain untuk ikan,azolla bisa untuk pakan unggas,ayam,bebek,kambing,sapi,kelinci,juga sebagai pupuk tanaman,.bagi anda yg berminat,kami menyediakkan benih azolla siap tanam,pemesanan silahkan hubungi kami di no HP 085264608009.

    ReplyDelete